Perbandingan Skor PISA Turki dengan Indonesia (Data Terbaru 2025)

Pendahuluan

PISA (Programme for International Student Assessment) adalah studi internasional yang diselenggarakan OECD setiap tiga tahun untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains pelajar usia 15 tahun di seluruh dunia. Hasil PISA 2025 baru saja dirilis pada awal September 2026, memberikan gambaran paling mutakhir tentang posisi pendidikan Turki dan Indonesia dibandingkan rata-rata global maupun negara-negara OECD. Artikel ini merangkum data resmi dari kedua negara serta tren perubahannya sejak siklus PISA 2022.

Skor PISA 2025: Turki vs Indonesia

DomainTurki 2025Indonesia 2025Rata-rata OECD 2025Selisih Turki-Indonesia
Matematika462364463+98
Membaca472365461+107
Sains494389482+105

Data ini menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara kedua negara di ketiga domain — Turki unggul sekitar 98 hingga 107 poin PISA di atas Indonesia, sebuah jarak yang setara dengan kurang lebih 2-3 tahun tingkat pembelajaran menurut skala interpretasi OECD.

Posisi Terhadap Rata-rata OECD

Turki (2025):

  • Sains: 494 (unggul +12 poin dari rata-rata OECD 482)
  • Membaca: 472 (unggul +11 poin dari rata-rata OECD 461)
  • Matematika: 462 (nyaris setara, -1 poin dari rata-rata OECD 463)

Indonesia (2025):

  • Sains: 389 (di bawah rata-rata OECD sebesar -93 poin)
  • Membaca: 365 (di bawah rata-rata OECD sebesar -96 poin)
  • Matematika: 364 (di bawah rata-rata OECD sebesar -99 poin)

Turki pada siklus 2025 ini mencatat pencapaian signifikan: untuk pertama kalinya berhasil melampaui rata-rata OECD di dua dari tiga domain (sains dan membaca), sementara skor matematikanya nyaris menyamai rata-rata OECD. Sebaliknya, Indonesia masih berada signifikan di bawah rata-rata OECD di ketiga domain, meski dengan tren yang stabil hingga sedikit membaik.

Tren Perubahan: PISA 2022 ke PISA 2025

Turki — Peningkatan Signifikan di Semua Domain

DomainPISA 2022PISA 2025Perubahan
Matematika453462+9
Membaca456472+16
Sains476494+18

Turki mencatat kenaikan skor yang cukup besar di ketiga domain sekaligus — sebuah pencapaian yang disebut sumber resmi Turki sebagai hal yang jarang terjadi, mengingat hanya sedikit negara peserta PISA yang mampu meningkatkan skor di ketiga domain secara bersamaan dalam satu siklus. Peningkatan ini membalikkan posisi Turki yang pada PISA 2022 masih berada di bawah rata-rata OECD di ketiga domain.

Indonesia — Stabil dengan Sedikit Kenaikan (Secara Statistik Tidak Signifikan)

DomainPISA 2022PISA 2025Perubahan
Matematika366364-2
Membaca359365+7
Sains383389+6

Menurut catatan resmi OECD Education GPS, seluruh perubahan skor Indonesia pada rentang ini tidak signifikan secara statistik — artinya performa pendidikan Indonesia relatif stagnan dibanding siklus sebelumnya, meski ada sinyal perbaikan tipis di membaca dan sains.

Konteks Tambahan dari PISA 2018 ke PISA 2022 (Sebelum Rilis 2025)

Sebagai catatan historis, performa Indonesia pada PISA 2022 (dibanding PISA 2018) justru sempat mengalami penurunan cukup dalam di ketiga domain:

DomainPISA 2018PISA 2022Perubahan
Membaca371359-12
Matematika379366-13
Sains396383-13

Penurunan ini banyak dikaitkan dengan dampak pandemi Covid-19 terhadap proses belajar-mengajar secara global, meski penurunan Indonesia relatif lebih dalam dibanding rata-rata penurunan global pada periode yang sama.

Sementara itu, Turki pada periode yang sama (2018 ke 2022) justru menunjukkan tren berbeda — skor matematika relatif bertahan, sains meningkat, dan hanya membaca yang sedikit menurun, sekaligus berhasil naik peringkat di ketiga domain di antara 81 negara peserta PISA 2022 (matematika naik dari peringkat 42 ke 39, sains dari 39 ke 34, dan membaca dari 40 ke 36).

Kesenjangan Kemahiran Siswa (Proficiency Level)

Data PISA 2025 juga mengukur persentase siswa yang mencapai level kemahiran minimum (Level 2 ke atas) — ambang batas yang dianggap OECD sebagai kompetensi dasar untuk berfungsi dalam masyarakat modern:

DomainTurki (Level 2+)Rata-rata OECD
Sains81%74%
Membaca76%69%
Matematika64%65%

Turki menunjukkan capaian yang kuat di sini — persentase siswa Turki yang mencapai kemahiran dasar di sains dan membaca justru melampaui rata-rata OECD. Sebagai perbandingan, data resmi Indonesia dari PISA 2022 mencatat lebih dari 60% siswa Indonesia masih berada di Level 1 (keterampilan sangat dasar), sementara kurang dari 7% yang mencapai Level 5-6 (level tertinggi) — menunjukkan kesenjangan pencapaian yang jauh lebih lebar dibanding Turki.

Faktor Metodologis: Akses Pendidikan yang Terus Meluas di Indonesia

Satu catatan penting dari rilis resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI: Coverage Index Indonesia — proporsi anak usia 15 tahun yang terdaftar dalam pendidikan formal dan ikut serta dalam sampel PISA — meningkat tajam dari 0,46 pada PISA 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025. Ini berarti PISA 2025 mengukur populasi siswa Indonesia yang jauh lebih luas dan representatif dibanding siklus-siklus sebelumnya, termasuk siswa dari kelompok yang dulunya belum terjangkau pendidikan formal. Ekspansi akses pendidikan yang pesat ini turut memengaruhi interpretasi tren skor, karena basis populasi yang diuji terus melebar ke kelompok siswa yang sebelumnya tidak masuk hitungan.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menyatakan performa pendidikan Indonesia “relatif stabil, bahkan meningkat pada literasi dan sains” — sebuah pencapaian yang dinilai berarti mengingat tren skor PISA di banyak negara OECD justru menurun sepanjang 25 tahun terakhir.

Ringkasan Perbandingan

AspekTurkiIndonesia
Skor rata-rata gabungan 2025 (estimasi)~476~373
Posisi vs rata-rata OECDMelampaui di 2 dari 3 domainDi bawah rata-rata di ketiga domain
Tren 2022→2025Naik signifikan di semua domain (+9 s/d +18)Stabil/tidak signifikan (-2 s/d +7)
Siswa dengan kemahiran dasar (Level 2+)Tinggi, melampaui OECD di 2 domainMayoritas masih di Level 1 (data 2022)

Kesimpulan

Data PISA terbaru menunjukkan Turki telah membuat lompatan signifikan dalam kualitas pendidikan dasarnya, berhasil melampaui rata-rata OECD di bidang sains dan membaca pada siklus 2025 — pencapaian yang relatif jarang terjadi di tengah tren penurunan skor PISA global. Indonesia di sisi lain menunjukkan stabilitas setelah penurunan tajam pada siklus 2022 (yang banyak dikaitkan dengan dampak pandemi), namun secara absolut skornya masih tertinggal cukup jauh dari Turki maupun rata-rata OECD di ketiga domain.

Perlu dicatat bahwa perbandingan ini juga perlu mempertimbangkan konteks struktural yang berbeda — termasuk ekspansi akses pendidikan Indonesia yang jauh lebih pesat dalam dua dekade terakhir, yang turut mengubah komposisi populasi siswa yang diuji dari waktu ke waktu.

Sumber Rujukan


Catatan: PISA 2025 adalah siklus penilaian paling baru yang hasilnya dirilis awal September 2026. Data dapat mengalami revisi kecil seiring publikasi laporan resmi OECD Volume I dan II secara lengkap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top