Perusahaan Turki yang Ada di Indonesia

Pendahuluan

Hubungan ekonomi Indonesia dan Turki terus menguat dalam satu dekade terakhir, ditandai dengan masuknya sejumlah perusahaan Turki ke sektor manufaktur, energi, hingga pertahanan di Indonesia. Namun perlu diluruskan sejak awal: tidak semua brand “bernuansa Turki” yang dikenal masyarakat Indonesia benar-benar dimiliki atau berasal dari Turki. Artikel ini merangkum data resmi mengenai perusahaan Turki yang benar-benar beroperasi di Indonesia, nilai investasinya, serta konteks hubungan dagang kedua negara.

Perlu Diluruskan: Baba Rafi Bukan Perusahaan Turki

Salah satu miskonsepsi paling umum adalah anggapan bahwa Kebab Turki Baba Rafi merupakan perusahaan asal Turki. Faktanya, Baba Rafi adalah waralaba kuliner asli Indonesia, didirikan oleh Hendy Setiono di Surabaya pada tahun 2003. Nama “Turki” pada brand ini merujuk pada jenis makanan (kebab) yang diadaptasi, bukan kepemilikan atau asal perusahaan. Baba Rafi kini bahkan telah berekspansi ke luar negeri, termasuk membuka cabang di Tiongkok, sebagai waralaba kuliner Indonesia yang mendunia — bukan sebaliknya.

Data Investasi Turki di Indonesia

IndikatorNilai
Total investasi Turki ke Indonesia (2019–2023)USD 42,758 juta (~USD 42,8 juta*)
Peringkat Turki sebagai negara investor di Indonesiake-43
Insentif utama yang ditawarkan pemerintah RISuper tax deduction hingga 300% untuk kegiatan litbang dan manufaktur bernilai tambah

*Catatan: sejumlah pemberitaan menyebut angka ini dalam skala berbeda (juta vs miliar) karena perbedaan penyajian sumber; angka USD 42,758 juta merujuk pada laporan yang mengutip data resmi Kementerian Investasi/BKPM periode 2019–2023.

Meski nilainya belum sebesar investor tradisional seperti Singapura, Tiongkok, atau Jepang, tren kerja sama industri Indonesia-Turki terus meningkat, terutama sejak dibentuknya komite bersama kerja sama industri kedua negara pada Februari 2025.

Daftar Perusahaan Turki yang Beroperasi di Indonesia

1. PT Indo Kordsa Tbk (Kordsa / Sabancı Holding)

DetailKeterangan
Didirikan8 Juli 1981 (awalnya bernama PT Branta Mulia)
Lokasi pabrikCiteureup, Bogor, Jawa Barat
Kepemilikan TurkiKordsa (Turki) menguasai 61,59% saham, sejak akuisisi tahun 2006
Induk perusahaanKordsa — bagian dari Sabancı Holding, salah satu konglomerat terbesar Turki
ProdukKain ban (tire fabric), benang nilon, dan benang poliester untuk industri ban
Kapasitas produksi60.000 ton/tahun kain ban, 39.000 ton/tahun benang poliester, 24.000 ton/tahun benang nilon
StatusTercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BRAM sejak 5 September 1990

Indo Kordsa merupakan salah satu contoh investasi Turki tertua dan paling mapan di Indonesia, dengan orientasi produksi yang sebagian besar ditujukan untuk ekspor.

2. Arçelik (Koç Holding) — produk elektronik rumah tangga

DetailKeterangan
Induk perusahaanKoç Holding, konglomerat terbesar Turki
Skala global ArçelikProdusen alat elektronik rumah tangga terbesar kedua di dunia
Operasi di IndonesiaProduksi mesin cuci di Karawang, Jawa Barat (kemitraan dengan Hitachi)
Rencana ekspansiFasilitas baru di Semarang untuk produksi AC dan lemari es
Merek terkait secara globalBeko, Grundig (di bawah payung Arçelik/Koç Holding)

3. PT Evyap Sabun Indonesia (Evyap Group)

DetailKeterangan
LokasiKawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara
Nilai investasiUSD 130 juta
SektorOleokimia berbasis kelapa sawit
Mulai konstruksiMaret 2023
Mulai operasi resmi4 Juli 2026
Kapasitas produksi650.000 ton/tahun (tiga unit produksi)
ProdukAsam lemak (fatty acid), gliserin, sabun noodle, produk oleokimia jadi
PasarMelayani lebih dari 600 pelanggan di 55 negara

Investasi Evyap menjadi salah satu proyek Turki terbesar di sektor hilirisasi sawit Indonesia, memanfaatkan skema kawasan ekonomi khusus dan layanan terintegrasi “one-stop solution” di Sei Mangkei.

4. Baykar — kerja sama manufaktur drone pertahanan

DetailKeterangan
Bentuk kerja samaUsaha patungan (joint venture) dengan PT Republikorp (Indonesia)
Tanggal kesepakatan12 Februari 2025, disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan
Produk andalan Baykar secara globalBayraktar TB2, TB3, Akıncı, Kızılelma
RencanaPembangunan pabrik drone di Indonesia (lokasi dan nilai investasi belum diumumkan resmi)
Konteks lebih luasBagian dari 13 kesepakatan kerja sama pertahanan Indonesia-Turki yang ditandatangani pada hari yang sama

Kerja sama ini menjadikan Indonesia salah satu mitra strategis Baykar di kawasan Asia Tenggara di sektor industri pertahanan, khususnya teknologi pesawat nirawak (drone).

Data Perdagangan Bilateral Indonesia-Turki (2024)

IndikatorNilai (2024)
Ekspor Indonesia ke TurkiUSD 1,94 miliar
Impor Indonesia dari TurkiUSD 461,2 juta
Surplus dagang IndonesiaUSD 1,48 miliar (naik 57% dari 2023)
Komoditas ekspor utama RI ke TurkiMinyak sawit (CPO), margarin, kopi, rempah-rempah

Tren Ekspor Indonesia ke Turki (5 Tahun Terakhir)

TahunNilai Ekspor (USD miliar)
20201,05
20211,61
20222,07 (puncak)
20231,54
20241,94

Indonesia secara konsisten mencatatkan surplus perdagangan terhadap Turki sepanjang lima tahun terakhir, dengan sawit sebagai komoditas andalan. Kedua negara juga telah menetapkan target peningkatan nilai perdagangan tahunan hingga USD 10 miliar, meski realisasinya saat ini masih jauh dari target tersebut.

Konteks Kerja Sama Kelembagaan

Sejak Februari 2025, Indonesia dan Turki membentuk komite bersama kerja sama industri untuk mempercepat realisasi investasi di sektor manufaktur, mencakup pertemuan Menteri Perindustrian RI dengan sejumlah pemimpin perusahaan industri Turki di sektor ban, tekstil, elektronik, dan pengolahan hasil laut. Pertemuan bilateral pada 12 Februari 2025 antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Erdoğan turut menghasilkan 13 kesepakatan kerja sama lintas sektor, termasuk pertahanan (Baykar-Republikorp) dan penguatan peta jalan investasi industri.

Ringkasan

PerusahaanSektorSkala Investasi/Kerja Sama
PT Indo Kordsa Tbk (Kordsa/Sabancı)Kain ban & benang industriBeroperasi sejak 1981, mayoritas saham Turki sejak 2006
Arçelik (Koç Holding)Elektronik rumah tanggaPabrik di Karawang, ekspansi ke Semarang
PT Evyap Sabun IndonesiaOleokimia berbasis sawitUSD 130 juta, KEK Sei Mangkei
BaykarManufaktur drone pertahananJoint venture dengan Republikorp, disepakati Feb 2025

Kesimpulan

Kehadiran perusahaan Turki di Indonesia mencakup sektor yang cukup beragam — mulai dari manufaktur ban dan tekstil industri (Indo Kordsa), elektronik rumah tangga (Arçelik), hilirisasi sawit (Evyap), hingga industri pertahanan strategis (Baykar). Meski nilai investasi Turki secara keseluruhan masih relatif kecil dibanding negara investor utama Indonesia, tren kerja sama kedua negara menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2025, didorong oleh pembentukan komite bersama industri dan penandatanganan belasan kesepakatan bilateral. Penting juga untuk membedakan perusahaan yang benar-benar berasal dari Turki dengan brand lokal Indonesia yang menggunakan identitas “Turki” sebagai konsep produk, seperti Kebab Turki Baba Rafi.

Sumber Rujukan


Catatan: data investasi dan kerja sama bilateral bersifat dinamis dan dapat berubah seiring realisasi proyek baru. Untuk data investasi resmi dan terkini, disarankan merujuk langsung ke situs Kementerian Investasi/BKPM (bkpm.go.id) dan Kementerian Luar Negeri RI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top