
Ramadhan pertama jauh dari rumah selalu terasa istimewa. Tidak ada masakan ibu saat sahur, tidak ada buka bersama keluarga. Tapi bagi mahasiswa Indonesia di Turki, Ramadhan justru sering menjadi salah satu momen paling berkesan selama kuliah. Turki adalah negara mayoritas Muslim dengan tradisi Ramadhan yang kaya, hangat, dan penuh warna, warisan budaya Utsmani yang masih hidup hingga hari ini.
Artikel ini membahas seperti apa rasanya menjalani puasa Ramadhan di Turki sebagai mahasiswa: jadwal Ramadhan 2027, lama puasa, tradisi khas, suasana kampus, hingga tips praktis agar Ramadhan pertamamu di Turki tetap produktif dan bermakna.
Jadwal Ramadhan 2027 di Turki
Berdasarkan kalender hari keagamaan yang diterbitkan Diyanet İşleri Başkanlığı (otoritas urusan agama Turki):
| Momen | Tanggal |
|---|---|
| Puasa pertama (1 Ramadhan 1448 H) | Senin, 8 Februari 2027 |
| Malam Lailatul Qadar (Kadir Gecesi) | 5 Maret 2027 |
| Hari Raya Idul Fitri (Ramazan Bayramı) hari pertama | Selasa, 9 Maret 2027 |
Artinya, Ramadhan 2027 jatuh di musim dingin menjelang musim semi, bertepatan dengan semester genap di kampus.
Berapa Lama Puasa di Turki?
Lama puasa di Turki berubah setiap tahun karena Ramadhan bergeser sekitar 11 hari lebih awal dalam kalender Masehi. Saat Ramadhan jatuh di musim panas, puasa bisa berlangsung sangat panjang karena siang hari jauh lebih lama dibanding di Indonesia.
Kabar baiknya, karena Ramadhan 2027 jatuh pada Februari hingga awal Maret, siang hari masih relatif pendek. Di kota seperti Istanbul, lama puasanya kurang lebih 11,5 hingga 13 jam, mirip atau bahkan sedikit lebih singkat dibanding di Indonesia. Udara yang dingin juga membuat rasa haus tidak terlalu berat. Selalu cek jadwal imsakiyah resmi di kotamu, karena waktunya berbeda antarkota.
Tradisi Ramadhan Khas Turki yang Akan Kamu Temui
1. Penabuh Gendang Sahur (Ramazan Davulcusu)
Di banyak lingkungan, penabuh gendang berkeliling sebelum sahur sambil memainkan davul dan melantunkan syair untuk membangunkan warga. Mirip tradisi “sahur keliling” di Indonesia, tetapi dengan pakaian tradisional khas Utsmani.
2. Ramazan Pidesi
Roti pipih bundar bertabur wijen yang hanya dijual selama Ramadhan. Menjelang waktu berbuka, antrean panjang di toko roti adalah pemandangan biasa. Hangat-hangat, roti ini adalah teman wajib berbuka.
3. Mahya: Lampu Tulisan di Antara Menara Masjid
Masjid-masjid besar memasang mahya, rangkaian lampu yang membentuk tulisan atau pesan religius di antara menara. Tradisi khas Turki ini membuat langit malam Ramadhan, terutama di Istanbul, terlihat sangat indah.
4. Tenda Iftar dan Buka Bersama
Di banyak kota, pemerintah daerah dan berbagai organisasi menyelenggarakan iftar bersama untuk umum, sering kali di tenda-tenda besar. Bagi mahasiswa, ini kesempatan berbuka sekaligus merasakan kebersamaan masyarakat Turki.
5. Menu Berbuka Khas Turki
Iftar di Turki biasanya dimulai dengan kurma dan air, lalu sup (çorba) seperti sup lentil, diikuti hidangan utama. Untuk pencuci mulut, ada güllaç, hidangan manis berlapis tipis dengan susu dan air mawar yang identik dengan Ramadhan.
6. Shalat Tarawih di Masjid
Masjid-masjid ramai jamaah tarawih. Sebagian masjid menyelenggarakan tarawih dengan bacaan satu juz setiap malam (hatimli teravih), sehingga Al-Qur’an dikhatamkan selama Ramadhan. Shalat di masjid bersejarah seperti di Istanbul menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.
Kuliah Saat Ramadhan: Seperti Apa?
- Perkuliahan berjalan seperti biasa. Kampus tidak libur selama Ramadhan, jadi kamu tetap mengikuti kuliah, praktikum, dan tugas.
- Lingkungan yang memahami. Banyak teman kuliah dan dosen juga berpuasa, sehingga suasananya terasa lebih nyaman dibanding kuliah di negara non-Muslim.
- Kantin dan restoran tetap buka. Turki tidak mewajibkan restoran tutup di siang hari, sehingga suasananya mungkin berbeda dengan sebagian daerah di Indonesia. Ini latihan kesabaran yang baik.
- Libur Hari Raya. Ramazan Bayramı adalah hari libur nasional, ditambah setengah hari pada malam sebelumnya (arefe), sehingga kamu bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang.
Kebersamaan dengan Komunitas Indonesia
Salah satu hal yang membuat Ramadhan di Turki terasa hangat adalah komunitas pelajar Indonesia. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di berbagai kota biasanya mengadakan buka puasa bersama, kajian, dan kegiatan sosial selama Ramadhan. Perwakilan RI di Turki juga kerap mengadakan acara buka bersama dan shalat Idul Fitri bagi WNI.
Di momen seperti ini, masakan Indonesia seperti kolak, gorengan, atau opor ayam terasa sangat istimewa. Banyak mahasiswa bergantian memasak dan berbagi, sehingga rindu kampung halaman sedikit terobati.
Hari Raya Idul Fitri di Turki
Idul Fitri di Turki disebut Ramazan Bayramı, dan juga dikenal sebagai Şeker Bayramı (Hari Raya Permen), karena tradisi membagikan permen dan manisan kepada tamu dan anak-anak. Tradisi khasnya antara lain:
- Shalat Id di masjid pada pagi hari.
- Mencium tangan orang yang lebih tua lalu menempelkannya ke dahi sebagai tanda hormat.
- Saling berkunjung dan menyuguhkan baklava, permen, serta kopi atau teh Turki.
Jika kamu punya teman atau keluarga angkat orang Turki, jangan ragu menerima undangan mereka. Ini cara terbaik merasakan kehangatan Bayram ala Turki.
Tips Menjalani Ramadhan Pertama di Turki
- Unduh jadwal imsakiyah resmi untuk kotamu, karena waktu sahur dan berbuka berbeda antarkota.
- Siapkan menu sahur bergizi seperti telur, roti gandum, keju, zaitun, yoghurt, dan buah. Menu sarapan khas Turki sangat cocok untuk sahur.
- Atur jadwal belajar. Manfaatkan waktu setelah sahur atau setelah tarawih yang biasanya lebih tenang untuk belajar.
- Jaga tubuh tetap hangat. Ramadhan 2027 jatuh di musim dingin, dan di beberapa kota bisa turun salju. Siapkan pakaian hangat, terutama saat berangkat tarawih atau sahur keliling.
- Cek jadwal makan di asrama. Banyak asrama menyesuaikan jam makan selama Ramadhan. Tanyakan ke pengelola asrama.
- Ikut kegiatan PPI dan masjid setempat agar tidak merasa sendirian.
- Hubungi keluarga secara rutin, misalnya video call saat sahur atau berbuka. Perbedaan waktu Indonesia dan Turki cukup jauh, jadi atur jadwalnya bersama keluarga.
Kesimpulan
Puasa Ramadhan di Turki adalah pengalaman yang hangat dan berkesan bagi mahasiswa Indonesia. Suasana Islami, tradisi khas seperti penabuh gendang sahur, ramazan pidesi, mahya di menara masjid, dan tarawih di masjid bersejarah membuat Ramadhan terasa istimewa. Pada 2027, Ramadhan dimulai 8 Februari dan Idul Fitri jatuh pada 9 Maret menurut kalender Diyanet, dengan lama puasa yang relatif singkat karena jatuh di musim dingin. Dengan persiapan yang baik dan dukungan komunitas Indonesia, Ramadhan pertamamu di Turki bisa menjadi kenangan terbaik selama kuliah.
Ingin merasakan kuliah sekaligus Ramadhan di Turki? Tim Fatih Gazi Education siap membantu memilih kampus dan kota yang tepat, mengurus pendaftaran, hingga persiapan keberangkatan.💬 Konsultasi Gratis via WhatsApp ✦ Isi Formulir Pendaftaran
FAQ Seputar Puasa Ramadhan di Turki
1. Kapan Ramadhan 2027 dimulai di Turki?
Menurut kalender Diyanet, puasa pertama jatuh pada Senin, 8 Februari 2027, dan Idul Fitri pada Selasa, 9 Maret 2027.
2. Berapa jam puasa di Turki?
Tergantung musim dan kota. Pada Ramadhan 2027 yang jatuh di Februari–Maret, lama puasa di Istanbul kurang lebih 11,5–13 jam. Saat Ramadhan jatuh di musim panas, puasa bisa jauh lebih panjang.
3. Apakah kampus libur selama Ramadhan?
Tidak. Perkuliahan berjalan seperti biasa, tetapi Hari Raya Idul Fitri (Ramazan Bayramı) adalah hari libur nasional.
4. Apakah restoran tutup saat Ramadhan di Turki?
Tidak. Restoran dan kantin tetap buka di siang hari, sehingga suasananya bisa berbeda dengan sebagian daerah di Indonesia.
5. Apakah ada kegiatan Ramadhan untuk mahasiswa Indonesia?
Ada. PPI di berbagai kota biasanya mengadakan buka bersama dan kajian, dan perwakilan RI juga kerap mengadakan acara buka bersama serta shalat Idul Fitri untuk WNI.
6. Apa makanan khas Ramadhan di Turki?
Di antaranya ramazan pidesi (roti pipih khas Ramadhan), sup lentil untuk berbuka, dan güllaç sebagai hidangan penutup.


