Turki merupakan jembatan unik antara Timur dan Barat, tidak hanya secara geografis tetapi juga secara kultural dan religius. Memahami bagaimana masyarakat Turki menjalankan keyakinannya memerlukan pandangan mendalam terhadap sistem mazhab yang membentuk identitas mereka selama berabad-abad.
Akar Sejarah: Warisan Utsmaniyah
Sejak masa Kesultanan Utsmaniyah, Turki telah menjadi pusat pemikiran Islam dunia. Kesultanan ini secara resmi mengadopsi Mazhab Hanafi sebagai kerangka hukum negara. Pilihan ini bukan tanpa alasan; Mazhab Hanafi dikenal karena fleksibilitasnya dan penggunaan rasio (ra’yu) yang memberikan ruang bagi administrasi negara yang luas dan heterogen.
Hingga saat ini, pengaruh tersebut masih sangat kental. Mayoritas besar penduduk Muslim di Turki mengikuti tradisi Hanafi, yang tercermin dalam tata cara ibadah sehari-hari, mulai dari cara salat hingga prosedur pernikahan secara agama.
Keberagaman Mazhab: Hanafi dan Syafi’i
Meskipun didominasi oleh penganut Hanafi, Turki bukanlah monolit religius. Terdapat keragaman yang cukup signifikan, terutama di wilayah Timur dan Tenggara Anatolia.
- Mazhab Hanafi: Dominan di wilayah Barat, Tengah, dan Utara Turki. Mazhab ini menekankan pada kemudahan dan pendekatan rasional dalam hukum Islam.
- Mazhab Syafi’i: Banyak dianut oleh komunitas warga Kurdi di wilayah Timur dan Tenggara. Hal ini menciptakan dinamika sosial yang harmonis di mana kedua mazhab hidup berdampingan, berbagi masjid yang sama, dan saling menghormati perbedaan kecil dalam ritual.
Fenomena Alevisme: Identitas Unik Turki
Membahas agama di Turki tidak lengkap tanpa menyebut Alevisme. Meskipun sering diperdebatkan apakah Alevisme adalah sebuah mazhab atau tradisi mistis, kelompok ini merupakan minoritas religius terbesar kedua di Turki.
Alevisme menggabungkan unsur-unsur Syiah, Sufisme, dan tradisi lokal Anatolia. Berbeda dengan kaum Sunni yang beribadah di Masjid, kaum Alevi melakukan ritual di Cemevi. Mereka menekankan pada aspek spiritualitas batin, cinta kasih sesama manusia, dan keadilan sosial.
Peran Diyanet dalam Menjaga Harmoni
Pemerintah Turki mengelola urusan agama melalui lembaga resmi bernama Diyanet (Presidency of Religious Affairs). Lembaga ini memainkan peran kunci dalam:
- Standardisasi Khutbah: Memastikan pesan di masjid-masjid selaras dengan nilai-nilai persatuan nasional.
- Pendidikan Agama: Menyediakan kurikulum yang berbasis pada tradisi Sunni Hanafi namun tetap inklusif terhadap keragaman sejarah.
- Pelayanan Publik: Mengelola ribuan masjid di seluruh Turki dan luar negeri.
Kesimpulan: Moderasi dalam Tradisi
Mazhab di Turki bukan sekadar label teologis, melainkan identitas budaya yang membentuk cara hidup masyarakatnya. Dengan landasan Mazhab Hanafi yang moderat dan kehadiran tradisi Syafi’i serta Alevi, Turki berhasil menampilkan wajah Islam yang kosmopolitan—sebuah perpaduan antara ketaatan tradisi dan tuntutan modernitas.
Bagi para pelancong atau pengamat budaya, melihat bagaimana warga Turki bersujud dalam saf yang sama terlepas dari perbedaan mazhab adalah bukti nyata dari kedewasaan beragama di negeri dua benua ini.

