Pameran Proyek AI Interdisipliner diselenggarakan Oleh Ankara University

Ankara, Turki — Pameran Proyek Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) Interdisipliner resmi dimulai di ibu kota Turki, Ankara, dalam sebuah acara dua hari yang diselenggarakan oleh Universitas Ankara. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan lembaga publik dalam pengembangan teknologi AI yang semakin relevan dan strategis di berbagai sektor.

Tokoh-Tokoh Penting Hadiri Pembukaan

Upacara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri Turki Mehmet Kemal Bozay, Utusan Uni Eropa untuk Türkiye Thomas Hans Ossowski, Ketua Kamar Dagang Ankara Gursel Baran, Wakil Presiden TUBITAK Mesut Guner, serta Rektor Universitas Ankara Prof. Necdet Unuvar. Acara ini juga dihadiri oleh para duta besar, akademisi, investor, dan mahasiswa dari berbagai bidang.

Mehmet Kemal Bozay: AI dan Masa Depan Geopolitik

Dalam sambutannya, Bozay menekankan pentingnya membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab melalui kerja kolektif lintas sektor. Ia menyatakan bahwa AI kini menjadi agenda strategis global yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik dan ekonomi internasional.

“Kita membutuhkan keseimbangan antara regulasi dan inovasi. Sebagai negara kandidat Uni Eropa dan mitra kerja sama ilmiah terdekat, kita tengah menjajaki kemungkinan kolaborasi lebih dalam dengan Uni Eropa,” ujarnya.

Menariknya, ia menyinggung bahwa dalam diskusi internasional tingkat tinggi—seperti antara mantan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy—topik AI dan sumber daya strategis, seperti mineral penting untuk produksi baterai dan kendaraan listrik, menjadi fokus perhatian.

Thomas Hans Ossowski: Visi Digital Eropa 2030

Utusan Uni Eropa Ossowski menyoroti peluang besar dan tantangan AI, serta partisipasi Turki dalam program Digital Europe.

“Pada tahun 2030, Uni Eropa menargetkan untuk mempekerjakan 20 juta spesialis TI dan menyediakan akses penuh ke catatan kesehatan elektronik bagi semua warga negara,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa keikutsertaan Türkiye dalam Digital Europe memberikan peluang besar untuk memperkuat infrastruktur digital, meningkatkan daya saing ekonomi digital, serta mempercepat transformasi teknologi di berbagai sektor industri.

Dunia di Tengah Revolusi AI

Ketua Kamar Dagang Ankara, Gursel Baran, menyampaikan bahwa AI telah masuk ke seluruh aspek kehidupan modern.

“Kita kini menyaksikan kekuatan AI di bidang kesehatan, pendidikan, produksi, perdagangan, dan layanan publik. Dunia sedang mengalami revolusi kecerdasan buatan, dan Turki harus bergerak cepat agar tidak tertinggal,” tegasnya.

Lebih dari 60 negara, termasuk Türkiye, telah merancang strategi nasional untuk AI dan terus mengembangkan kebijakan untuk mendorong daya saing di tingkat global.

TUBITAK: Dari Penelitian ke Produk Nyata

Wakil Presiden TUBITAK, Mesut Guner, menekankan bahwa riset akademik harus dapat diterjemahkan menjadi produk nyata yang bernilai ekonomi. Ia mengungkapkan bahwa TUBITAK terus memberikan dukungan bagi kolaborasi antara universitas dan sektor industri.

“Kami mendukung proyek-proyek mahasiswa, akademisi, dan perusahaan. Namun, peran proaktif dari komunitas ilmiah tetap sangat penting dalam menjawab tantangan dan kebutuhan era digital,” jelasnya.

Unuvar: Kolaborasi Adalah Kunci

Rektor Universitas Ankara, Prof. Necdet Unuvar, menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi dan sektor swasta. Ia menegaskan bahwa pameran ini adalah pertama kalinya investor dan akademisi bertemu langsung dalam satu forum.

“Negara-negara yang unggul dalam produksi teknologi selalu menunjukkan kolaborasi erat antara universitas dan industri. Inilah yang ingin kami dorong melalui ajang ini,” katanya.

Robot Maya dan Diskusi Mendalam tentang Masa Depan AI

Usai pembukaan, para peserta mengunjungi area pameran dan menyaksikan berbagai proyek AI. Salah satu yang menarik perhatian adalah “Maya”, robot akademik pertama Turki berbasis AI, yang sempat berdialog singkat dengan Duta Besar Ossowski.

Pada sesi siang, sejumlah pakar dari dunia kesehatan, IT, dan akademisi berdiskusi tentang peran AI dalam diagnosis pasien, keamanan data, dan manajemen sistem perawatan kesehatan. Salah satu narasumber, ahli pediatrik Dr. Omer Erdeve, memaparkan bahwa sistem AI dapat digunakan dalam peringatan dini pasien kritis, dengan memproses data real-time dari perangkat medis.

Kesimpulan:
Pameran Proyek AI Interdisipliner di Ankara menjadi tonggak penting bagi Turki dalam upayanya membangun ekosistem teknologi yang berkelanjutan dan kompetitif secara global. Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri, acara ini bukan hanya memperlihatkan kemajuan teknologi, tetapi juga menyatukan kekuatan untuk menjadikan AI sebagai instrumen kemajuan bangsa.

Sumber

https://www.ankara.edu.tr/en/haber/interdisciplinary-ai-project-fair-kicks-off-in-ankara

Baca juga:

Prof. Nevzat Tarhan Rektor Universitas Üsküdar di EKOL TV dalam Program Balçiçek ile Bu Gece

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

juara303 indopromax